Cristiano Ronaldo Pemain Bola Terbaik Dunia

Cristiano Ronaldo terpilih sebagai pemain sepak bola terbaik dunia. Pemain Portugis itu sudah pernah mendapat penghargaan tertinggi di dunia sepak bola 2008 lalu.

0,,17359793_303,00

Ketika namanya disebut, Ronaldo menutup mata dan tidak dapat menahan tangisnya. Dengan penuh emosi ia menyampaikan terima kasih sambil memeluk anaknya. Saingannya adalah Lionel Messi asal Argentina yang sudah terpilih empat kali, dan Franck Ribéry asal Perancis, yang juga bermain di klub sepak bola Jerman. “Sulit menggambarkan apa yang saya rasakan. Sangat menggembirakan bisa memenangkan Ballon d’Or. Ini momen yang emosional bagi saya,” kata Ronaldo sambil menangis.

Awal Yang Sulit

Ketika Cristiano Ronaldo dalam usia 12 tahun pindah dari kampung halamannya, pulau Madeira di mana ia bermain di klub Nacional Funchal, ke klub Sporting Lissabon, ia sering diolok-olok karena dialeknya yang kental. Tetapi ia berhasil meyakinkan kritikus akan kemampuannya.

Dalam usia 17 tahun ia menjadi tim inti Sporting Lissabon. Dalam pertandingan kedua antar liga ia sudah mencetak dua gol. Tawaran dari luar negeri berdatangan dengan cepat. FC Liverpool menjadi salah satu klub yang tertarik, tetapi ragu untuk segera mengambil keputusan.

Keraguan ini digunakan Manchester United, saingan berat Liverpool dalam liga utama Inggris. Dalam sebuah pertandingan persahabatan melawan Manchester United tahun 2003, pelatih ketika itu Alex Ferguson, tertarik pada kemampuan Ronaldo dan menariknya ke Manchester, di mana pria muda Portugal itu menjadi bintang. Dalam enam tahun ia mendapat tiga penghargaan dan gelar Liga Champions. Tahun 2008 ia dipilih menjadi pemain sepak bola terbaik 2008.

Tendangan Bebas Ronaldo Ditakuti

Ronaldo yang tinggi tubuhnya 1,85 meter sepenuhnya berkembang menjadi penyerang. Dengan cepat dan banyak trik, Ronaldo antara lain mencetak gol lewat sundulan kepala, atau lewat tendangan bebas dari jarak jauh. Itu yang paling disukainya. Kedua kaki direntangkan dan menatap dengan bengis. Begitu gayanya sebelum menendang bola melewati banyak penghalang.

2009 ia menandatangani kontrak dengan Real Madrid, untuk itu klub Spanyol tersebut harus membelinya dengan 93 juta Euro. Dalam presentasi di stadion Bernabeu Cristiano Ronaldo diterima kedatangannya oleh 80.000 fans. Ronaldo membalasnya dengan kata-kata, “Bagi saya mimpi dari masa kecil jadi kenyataan. Saya sekarang bermain bagi Real Madrid!” Pemujaan dari fans tidak sia-sia. Dalam musim pertama, Ronaldo mencetak lebih dari 20 gol bagi klub sepak bola tersebut.

Walaupun kemampuannya untuk menantang lawan di depan gawang sangat baik, ia juga terkenal sering kehilangan kesabaran. Dalam karirnya sebagai pemain muda profesional, ia sering mendapat kartu kuning atau merah, karena tidak mampu menahan temperamen.

“Posterboy” dan Laku untuk Iklan

Ronaldo sukses, menarik dan cinta pada dirinya sendiri. Inilah tiga ciri khas yang menjadikan pemain penyerang itu menarik bagi banyak orang. Dengan penampilan yang selalu bergaya dan dengan permata berkilauan di telinganya, Ronaldo juga sering tampak di iklan. Pada perusahaan Nike, produsen peralatan olah raga terbesar dunia, Ronaldo jadi pembawa keuntungan terbesar.

 

Banyak perempuan tidak mengenal Ronaldo karena prestasinya sebagai pemain sepak bola, melainkan karena setiap hari tersenyum kepada mereka sambil menampilkan tubuhnya yang ibarat Popeye berbalut kaos ketat. Tetapi Ronaldo berkali-kali membuktikan, bahwa ia bukan hanya pria berpenampilan menarik, melainkan pemain sepak bola yang sukses. Tidak hanya di taraf klub sepak bola, melainkan sebagai pemain tim nasional.

Sistem yang digunakan tim Portugal sebenarnya hanya mengarahkan bola sedekat mungkin ke gawang, di mana Ronaldo yang sekarang berusia 28 tahun, berada. Setelah itu, tidak ada lagi yang mampu mengalahkannya. Sekarang saja ia sudah memegang rekor pencetak gol terbaik di negaranya, dengan 47 gol. Dengan 109 pertandingan internasional, dalam waktu singkat ia akan bisa mengalahkan Luis Figo, yang ikut 127 pertandingan antar negara. Setelah berhasil mendorong tim nasional Portugal untuk bisa ikut dalam pertarungan Piala Dunia di Brasil, Cristiano Ronaldo jelas jadi pahlawan. Selayaknya seorang pemain sepak bola bertaraf internasional.

Sejarah Sepak Bola Indonesia Yang Benar

Sudah banyak sekali tulisan yang bertema sepak bola Indonesia. Tidak hanya tulisan, tetapi lebih banyak hujatan yang ditujukan untuk sepak bola negeri ini. Kali ini, saya akan mencoba “membuat” sejarah yang seharusnya terjadi di dalam sepak bola Indonesia. Karena penuh rekayasa, tentu saja tulisan ini bersifat fiktif. Akan tetapi, tidak apa-apa, tulisan ini hanya untuk membuat kita para pecinta sepak bola agar lebih semangat saja.
Mungkin sebagian dari kita masih ingat tentang karier salah satu pesepakbola nasional, Kurniawan Dwi Yulianto, yang pernah merumput di Italia tepatnya di klub Sampdoria. Di tahun 1996, ini merupakan prestasi tersendiri untuk sepak bola kita. Ternyata ada pemain Indonesia, saat itu, yang sudah berkostum salah satu klub Liga Italia. Lebih dalam lagi, Kurniawan ini mendapat pujian sebagai pemain muda berbakat dari pelatih Sampdoria waktu itu, Sven-Goran Eriksson.
Akan tetapi, Kurniawan tiba-tiba memutuskan untuk kembali ke tanah air untuk melanjutkan karier sepak bolanya. Kurniawan sendiri tidak pernah mengemukakan alasan kepulangannya ini ke publik sampai sekarang. Akibatnya, banyak sekali spekulasi yang muncul karena kepulangannya yang terkesan “mendadak” itu. Mulai dari karena pengaruh narkoba, doping, sampai akibat pergaulan malam “Negeri Pizza” tersebut. Semuanya masih tanda tanya besar.
Nah, ini cerita saya. Seandainya, Si “Kurus” (julukan Kurniawan) tetap berkarier di Italia, mungkin saja dia sudah menjadi pemain yang akan dikenang oleh publik Stadion Luigi Ferraris. Kariernya mungkin akan secemerlang Antonio Cassano (striker Sampdoria saat ini). Karena penampilan yang bagus dari Kurniawan, PSSI tidak ragu untuk mengirimkan pemain Indonesia yang lain untuk berlatih di Italia.
Apakah yang terjadi selama 12 tahun kemudian (tahun 2008 sekarang)? Hehe, kali ini saya mengkhayal kembali. Tahun ini, mungkin sudah banyak pemain Indonesia yang merumput di Serie A. Saya sebutkan saja. Bambang Pamungkas mungkin sudah menjadi strikerandalan di AS Roma. Gelandang serang seperti Firman Utina, mungkin sudah menjadi pemain utama di Lazio. Boaz Sollossa menjadi andalan di Fiorentina. Bahkan, kiper sekelas Ferry Rotinsulu sudah berkostum AC Milan. Dan tidak lupa juga, kalau pemain junior asal Indonesia usia 15-21 tahun sudah menghuni sekolah sepak bola binaan Juventus dan Inter Milan. Keren.
Jika ini terjadi, dampak bagi sepak bola dalam negeri sangat besar. Tidak akan ada lagi “tragedi” di dalam sepak bola nasional. Justru, Liga Indonesia sudah menjadi barometer liga-liga sepak bola di Asia. Liga Indonesia menjadi sangat kompetitif. Semua penonton tertib dan kualitas wasit yang meningkat tajam. Puncaknya adalah ketika harapan rakyat Indonesia bahwa Indonesia bisa lolos ke putaran final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan bukan sesuatu yang tidak mungkin.
Wah, tidak bisa dibayangkan jika sejarah sepak bola Indonesia yang “benar” itu terjadi. Sangat menyenangkan sekali rasanya ketika melihat sepak bola kita. Benar-benar membanggakan.
Saya tidak menyalahkan Kurniawan ketika sepak bola Indonesia menjadi tidak jelas seperti sekarang. Toh, Kurniawan sudah berjasa besar untuk Tim Nasional Indonesia. Yang salah adalah kesempatan (opportunity). Indonesia kurang diberi kesempatan lebih dalam memajukan sepak bolanya. Sangat kurang malah. Ketika Thailand akhir-akhir ini sudah “menyumbang” pemain mereka ke Liga Inggris, kita malah sibuk mengurusi kekerasan di dalam sepak bola kita. Thailand saja yang baru-baru ini melakukan “ekspor” pemain, sudah sangat bagus prestasinya. Apalagi Indonesia, karena kita sudah kurang lebih 12 tahun yang lalu melakukan teknik seperti itu.
Yang jelas, harapan terbesar saya adalah masih bisa menyaksikan Indonesia lolos ke Piala Dunia selama saya masih hidup. Entah kapan, yang jelas harus sabar.
Maju terus Sepak Bola Indonesia!

Kenapa Cewek Suka Sama Club Bola? Ini Alasannya

raissa

jaman sekarang cewek ga bakal cantik kalo gak pake baju jersey. Setuju gaa? Tapi, setelah kita tela’ah darimana kah asal mula si cewek ini suka sama club bola? Diakan cewek, harunya suka sama berbie. Ini yang akan saya bahas di artikel sekarang.

1.Dia Suka Sama Satu Pemain/Pelatih

Biasanya cewek tuh suka sama pemain di club bola. Gak Cuma pemain yang jago, cewek juga demen sama pemain yang badan nya bertatto dan berotot. Kalo kita sih belum pernah denger cewek demen sama pelatih gitu coyy. Apalagi sama pelatih timnas Indonesia.

2.Ngikutin Pacarnya

Bisa jadi si cewek ini Cuma ngikutin cowok nya aja. Kan kalo club nya barengan gitu jadi serasi. Tapi sebaliknya kalo si cewek udah putus sama cowoknya, mereka bakalan ogah sama club itu. Haha

3.Gak Mau Ketinggalan Jaman

Sebagai cewek yang gaul apalagi cantik, cewek gak mau ketinggalan jaman. Akhirnya dia beli baju Real Madrid terus nama punggungnya dikasih nama bambang Pamungkas.Lohh ko gitu? Iya dong, banyak kok yang kepaksa gaul begini dan akhirnya jadi malu sendiri hahaha.

4.Transgender

Asal kalian tau yah, transgender dengan tomboy itu beda. Kalo tomboy itu adalah cewek yang sifat nya kaya laki-laki,  kalo transgender adalah suatu tragedy sulap kelamin. Jadi bisa aja lih kalo ada cowok yang trangender jadi cewek. Waspada ya haha

5.Dilahirkan Di Keluagra Bola

Bisa aja si cewek dilahirkan di keluarga bola. Entah bapaknya mantan pemain bola atau kakeknya mantan jualan minuman di lapangan bola. Pasti sebagian besar cewek itu bakalan suka bola juga. Inget ya, cewek itu dilahirkan di keluarga bola bukan lahir dari “bola” bapaknya. Soalnya sampai tahun 2014 ini, belum ada sejarah “bola” bapak menetas, lalu mengeluarkan anak.

Terimakasih sudah baca blog kita.buat cewek jangan terpancing emosi ya, hanya mengeluarkan pendapat yang ada di otak saya sendiri.

Lionel Messi Dan Ronaldo Sudah Mencetak 1000 Gol

Gol Messi saat bentrokan Barcelona dengan Atletico Madrid, sabtu membawa penghitungan gol gabungan ke 1000 dengan gol yang dicetak Ronaldo untuk klub dan Negara.

Sejak Barcelona mencetak gol pertamanya sebagai pemain pengganti dalam kemenangan 2-0 atas Albacete pada mei 2005, messi telah mencetak 482 gol dari keseluruhan, termasuk 49 gol bagi Argentina.

Prestasi ronaldo mencetak gol, dimulai dengan gebrakan nya saat di Sporting Libson pada bulan oktober 2002.

Pada intinya, striker real Madrid telah mengukir 518 gol selama karir nya, termasuk 118 di enam musim bersama Manchester United sebelum kepindahannya ke Bernabeu pada tahun 2009.

Ronaldo telah mengoleksi 518 gol sedangkan Messi 482 gol, ronaldo telah memainkan 161 pertandingan melebihi messi.